Ana Marsbin Korwa
Yosepha Alomang,Kartini dari Ufuk Timur
Simbol Emansipasi Perempuan Papua
"Berani,Konsisten,Rela Berkorban,dan Berpengaruh"
Seorang perempuan dari ujung timur Papua,Yosepha Alomang perempuan Amungme dari lembah Tsinga salah satu suku yang ada di kota Timika, yang sekarang menjadi kawasan pertambangan Freeport Indonesia. Memang dia tak sepopuler tokoh Kartini namun, wanita yang biasa di panggil mama Yosepha ini merupakan Kartini di masa kini. Meskipun namanya asing di Indonesia tetapi, bagi masyarakat papua dia adalah sosok yang sangat berjasa bahkan tak banyak menyebut dia seorang pahlawan.
Yosepha memang wanita kampung yang tidak berpendidikan, sebagai figur mama Yosepha juga memiliki banyak hal yang kurang baik. Dan ini kadangkala tidak bisa di mengerti oleh orang-orang "terpelajar". segalah hal yang mama Yosepha lakukan selalu bertentangan dengan adat, jadi dalam budaya suku pedalaman khususnya adat Amungme, perempuan macam mama yosepha tidak boleh maju kedepan untuk berbicara, perempuan tuganya hanyalah urus anak dan ternak (pelihara babi). tetapi dalam situasi ini tidak mengurangi semangatnya walaupun banyak pihak yang membenci dan melecehkan dia sebagai seorang perempuan yang di lakukan oleh masyarakatnya sendiri.
Yosepha sangat menentang sikap mengagung-agungkan lelaki sedangkan perempuan selalu di rendahkan, jadi emansipasinya muncul sangat nampak sekali. Dia melawan arus budaya yang merendahkan harkat dan derajat perempuan. Saat budaya alkohol masuk di tanah papua, dia sangat menentang hal itu dan dia menjadi salah satu dari banyak orang yang mengkampanyekan pelarangan minuman keras itu di Timika. Sosok Yosepha seorang perempuan yang tampil sebagi tokoh yang membela hak-hak masyarakat papua, dan tak tagung-tanggung dia memimpin perlawanan untuk melawan perusahan raksasa Yah PT.Freeport.
Membuka Koprasi dari Hasil Kebun
Yosepha memajukan Papua di mulai dari menderikan koperasi untuk memasarkan hasil kebun berupah sayur dan buah-buahan, hal ini di dukung oleh sejumlah wanita dan juga bantuan dari Gereja Khatolik dan Sinode GKI. Yosepha dan beberapa wanita lainya juga berusaha supaya hasil kebun mereka dapat di beli dan di jual kepada Freeport, dan mereka melarang mendatangkan bahan dari luar daerah. Karena sebelunya Freeport sama sekali tidak ada perhatian terhadap masyarakat local, khususnya hasil kebun dari masyarakat tidak perna di beli oleh Freeport. Maka dari itu ia dan beberapa wanita lainya sempat melakukan protes dengan menghancurkan sayur-sayuran impor.
Mengkampanyekan Pelanggaran Alkohol di Timika
Yosepha Alomang seorang yatim piatu sejak kecil ayahnya meninggal dan ibunya menikah lagi dengan Pilipus Alomang, ayah tirinya sangat menyayanginya tetapi, perhatianya dan kasih sayangnya ini sering menimbulkan keceburuan dari anak-anak ayah tirinya. Kecemburuan ini menyebabkan Yosepha sering di siksa dan di pukul oleh kaka-kakanya.
Perempuan kelahiran lembah Tsingah ini harus putus sekolah pada bangku sd, banyak alasan ia harus putus sekolah tetapi, alasan utamanya ialah di keseringan pindah tempat tinggal dan juga dia dipaksakan untuk menikah oleh saudara-saudara tiri.
Yosepha akhirnya menikah sekitar tahun 1970-an dengan suaminya Markus Kwalik. Sementara itu, Yosepha terus aktif dalam kegiatan gereja dan menjadi bidan dan melayani mereka yang kekurangan dan sakit. Namun berjalanya waktu rumah tangga Yosepha dan suaminya di terpa masalah pada saat itu banyak warga kampung yang semakin kecanduan alkohol, termasuk suami Yosepha Markus, dia menjadi pemabuk berat. Keadaan semakin memburuk karena suami Yosepha menjual harta benda yang mereka punya untuk membeli alkohol. Maka dari itu Yosepha dan beberapa orang lainya bertindak mengkampanyekan pelarangan alkohol secara bebas di kota Timika. Dengan tindakan tersebut banyak orang yang mengagumi keberanianya wanita asal Amungme ini. Dia menyadari bahwa ketika kita mau berubah maka kita butuh usaha.
Yosepha Menentang PT.Freeport Indonesia
Yosepha merupakan sosok yang di kenal sebagai wanita yang memperjuangkan rakyat Papua, yang kehilangan hak-hak karena perusahan Freeport. Berbagai protes telah ia lakukan terus menerus. Hingga pada saat itu Perusahan PT Freeport bersama kontraktor menggusur tanaman rakyat dan mulai membangun Helied dan Basecamp di wilaya adat mereka tanpa meminta ijin dan berunding, dengan penduduk. Pada saat itu juga Yosepha harus kehilangan anak sulungnya, saat mereka bersembunyi di hutan dan kelaparan. Yosehpa dan warga Amungme lainya harus lari kehutan karena mereka di kejar pihak berwajib, setelah berhasil memotong pipa saluran yang berfungsi untuk mengantarkan konsentrat emas dan tembaga dari Millsite ke pelabuhan Amamapare Portsite.
Yosepha Alomang [image: source
Hal tersebut terjadi sekitar tahun 1977di karenakan, warga melakukan aksi damai Agimuga dan memprotes kehadiran PT. Freeport yang merampas tanah-tanah adat milik warga suku Amungme, bukan hanya itu Yosepha adalah otak di balik aksi demonstrasi pada tahun 1990. Yaitu masyarakat Amungme melakukan perlawanan kepada PT. Freeport dengan mmbakar fasilitas bandara Timika milik PT. Freeport. Tindakan ini di lakukan sebagai bentuk protes masyarakat sebab pemerintah dan pihak Freeport tidak mau mendengar keluhan rakyat papua yang diperlakukan dengan tidak adil dan buruk.
Bukan hanya itu dia juga perna di tangkap karena di curigai menolong petinggi OPM (Keliiy Walik), ia pun di hukum dan di masukan ke dalam penampuangan kotoran manusia selama beberapa minggu.
Meskipun begitu, Yosepha tidak perna menyerah dan semakin gentar, wanita ini dengan beraninya menggugat PT. Freeport Indonesia di kantor pusatnya di New Orlans America Serikat dengan tuduhan melakukan pencemaran lingkungan akibat pembuangan talling di sungai Aijkwa yang memusnakan vagetasi hutan tropik seluas 3.300 hektar,karena adanya endapan tembaga di sepanjang sungai, yang mematikan vegetasi tumbuhan. Dan juga meminta ganti rugi bagi kerusakan alam tersebut dan penderitaan yang di rasakan masyarakat karna Freeport.
Penghargaan Dunia Kepada Yosepha Alomang
Karena kemampuannya untuk mengorganinisir gerakan kaum perempuan dalam perjuangan menentang ketidakadilan akibat pengaruh Kapitalisme global, yang berkolaborasi dengan pemerintah yang korup serta ketidak setujuannya terhadap nilai-nilai adat yang menekan kaum perempuan. Oleh karna itu Yosepha memperoleh penghargaan Yap Thian Hien pada Desember 1999, dana dari penghargaan tersebut ini di gunakanya untuk mendirikan Yayasan Hak Asasi Manusia Anti Kekerasan(YAHAMAK). Dan bukan hanya itu dia juga mendapatkan Goldman Environment Prize pada 23 April 2001.
Dan pada akhirnya PT. Freeport memberikan ganti rugi sebesar $24.000. Uang yang di dapatkan kemudian di gunakan untuk membangun sejumlah fasilitas yang di beri nama Kompleks Yosepha Alomang,yang di dalanya ada Klinik,Balai Pertemuan,Panti Asuhan dan Monumen pelanggaran Ham.
keberanian dan juga kegigihan mama Yosepha dalam memperjuangkan hak-hak rakyat papua sangat besar. Meskipun dia siksa,di buang ke tempat penampungan kotoran dan penderitannya lainnya yang dia alami, perempuan ini tetap sengan dan kokoh pada pendirianya, yaitu untuk mendapatkan apa yang seharusnya menjadi hak-hak kaumnya.
Keteguhan dan keberanian Mama Yosepha dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Papua memang tak diragukan lagi. Meski harus ditangkap, dibuang di penampungan kotoran dan penderitaan lainnya, wanita ini tetap pada pendiriannya. Yaitu mendapatkan apa yang harusnya menjadi hak-hak kaumnya. Salut!






Komentar
Posting Komentar